Login






Kata Sandi hilang?

Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini5
mod_vvisit_counterKemarin49
mod_vvisit_counterMinggu ini90
mod_vvisit_counterBulan ini847
mod_vvisit_counterAll303417
Home arrow Tentang Kami arrow Sasanti Sakti
Sasanti Sakti Syailendra PDF Cetak E-mail
Image Berawal dari sebuah Pahatan pada log batu yang seluruhnya telah tertutup oleh lumut tanpa diketahui dengan pasti sejak kapan, oleh siapa dan dimana, ...telah diketemukan Kala itu terdengarlah desas-desus di seluruh negeri tentang seorang Begawan arif-bijaksana hanya "B" yang kami ingat dari namanya
Image Perkembangan ilmu dan teknologi membantu sepercik niat suci tuk membuka tabir kisah Log Batu tersebut diteliti digarap dengan alat khusus dan dilakukan sebuah proses filterisasi bahan kimia untuk melihat lebih jelas tulisan yang terdapat di dalamnya

Sasanti Sakti
Wangsa Syailendra

Kerajaan SRIWIJAYA RAYA yang Hanyokrowati Hambau Dendo,
berkenan memberikan kepada;
Gerakan Kepanduan Indonesia PRAJA MUDA KARANA,
sebagai tanda menyambut dan memberikan ijin memakai nama:

SYAILENDRA

Untuk menjalankan Bina Bangsa Upaya Bhakti Pertiwi, demi amanat penderitaan rakyat.
Bersifat ksatria, jujur dan pantang putus asa,
jadilah pengawal dirgantara, penguasa samudra dan bhayangkara nan setia.
Setia dan teguh memegang janji, laksana sabda Pandita Ratu:

"SEKALI MELUDAH PANTANG MENJILAT KEMBALI"
Disertai doa restu WICAK, WIRENG DAN WAREH
serta berpegang teguh pada DASA DARMA,
laksanakan tugasmu dengan sebaik-baiknya.

TUHAN SERU SEKALIAN ALAM
BESERTA KITA..... AMIEN !


Sabtu Kliwon, 23 September 1969

Tertanda,

RAJA BALAPUTERA DEWA
.

Dari hasil filterisasi menunjukkan adanya sebuah dokumen yang ditulis dengan menggunakan bahasa Sansekerta dan ditulis dengan huruf devanagari (devanagari=kota para dewa). Oleh seorang kerabat, tulisan tersebut telah diterjemahkan dan hingga kini kita kenal dengan:

SASANTI SAKTI WANGSA SYAILENDRA yang sangat ternama itu. (meskipun 23-9-1969 semestinya dihitung sebagai hari "Selasa Wage", namun tradisi penyebutan "Sabtu Kliwon" tetap terjadi hingga saat ini)

 
Advertisement
© 2008, by Syailendra, - admin