Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini5
mod_vvisit_counterKemarin49
mod_vvisit_counterMinggu ini90
mod_vvisit_counterBulan ini847
mod_vvisit_counterAll303417
Home
Gudep Syailendra Berbasis Masyarakat PDF Cetak E-mail

Wakil Ketua Mabigus Ka Ibnu Kartiko menjelaskan “selama ini tidak ada masalah dengan kwartir baik Kwartir Ranting sampai Kwartir Nasional hanya saja dengan niat baik Departemen Pendidikan dalam hal ini Dinas Pendidikan mengundang sekolah untuk suatu kegiatan pramuka yang terminologinya bukan terminologi pramuka, dan akhirnya membuat letupan-letupan sekolah untuk membentuk gugus depan berbasis sekolah. Dari lingkungan Sekolah Dasar Yapenka pada tahun 1967 dan awal berdirinya SMP Negeri Filial 11 mulai mengadakan latihan kepramukaan bergabung dengan TNI Angkatan Laut yang berada tidak jauh dari sekolah Yapenka dan SMP Negeri Filial 11 Cipete Jakarta Selatan.

 Atas inisiatif siswa, guru, masyarakat sekitar Cipete Jakarta selatan dan perkembangan peserta latihan pramuka yang cukup besar, mulailah peresmian Gugus Depan Syailendra Tanggal 10 April 1969 bertempat di SMP Negeri 68 Jakarta Selatan (dahulu SMPN Filial 11) gugus depan yang pernah meraih predikat gugus depan tergiat tingkat Kwartir Daerah DKI Jakarta tahun 1999 memang tidak bergerak seleruhnya dari masyarakat akan tetapi dari penggabungan murid-murid SD Yapenka, SMP Yapenka, SD Al Ikhlas, SMP Al Ikhlas, SMP Al ikhlas, SMA Negeri dan swasta di sekitar Cipete dan sekitar Jakarta.

Mereka ikut secara sukarela tetapi ada beberapa siswa SD dan SMP kelas 1 yang diwajibkan mengikuti latihan pramuka oleh kepala sekolahnya di gugus depan Syailendra sebagai perkenalan, diharapkan pada kelas dua atau kelas tiga mereka yang ikut latihan pramuka memang mereka yang benar-benar suka dan rela sesuai dengan prinsip dasar kepramukaan dunia yaitu “Suka dan Rela”

Sejalan dengan perkembangan wilayah serta perkembangan peserta didik yang sekolah di daerah lain dan mengikuti kegiatan pramuka disekolahnya, Menurut Ka Pia Sejati Pembina putri gugus depan Syailendra “Kami berusaha tetap berdiri sebagai gugus depan umum dilingkungan masyarakat Cipete dengan menggabungkan empat sekolah yang lokasi sekolahnya berdekatan (menempel) salah satu tujuannya agar tidak timbul kecemburuan sosial antara sekolah negeri dan sekolah swasta, dan tidak terjadi tawuran antar pelajar, alhamdulillah sampai saat ini belum pernah terjadi” katanya tegas.

“Majelis pembimbing gugus depan Syailendra sampai saat ini masih di jabat oleh masyarakat sekitar Cipete sedangkan pembina gugus depan dibantu oleh empat orang kepala sekolah sebagai pembina gugus depan yang membawahi sekolah-sekolah, serta para orang tua murid dan komite sekolah yang ikut dalam kepengurusan gugus depan Syailendra, memang gugus depan kita ini unik lain dari pada yang lain namanya juga gugus depan umum” kata ka Pia Sejati menambahkan.

Oleh karena itu saran saya kepada Departemen pendidikan melalui Dinas Pendidikan untuk tetap memberikan dukungan bagi perkembangan pramuka disekolah yang tetap menggunakan terminology pramuka tanpa harus menghilangkan konsep gugus depan yang berbasis masyarakat atau gugus depan wilayah” katanya. Gugus depan yang sebentar lagi genap berusia 36 tahun ini juga mempunyai satu wadah untuk menjembatani mereka-mereka yang tidak dapat aktif dalam kegiatan pramuka di gugus depan karena keterbatasan waktu atau tempat kerja yang cukup jauh yaitu Ikatan Kerabat Syailendra (IKS). Wadah ini memberikan peluang mereka yang tidak aktif lagi untuk membantu perkembangan gugus depan syailendra yang dilakukan dalm kurun waktu 1 tahun sekali atau 6 bulan sekali. (ir)

Rahman [scout.or.id]

 

 
Advertisement
© 2008, by Syailendra, - admin