Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini5
mod_vvisit_counterKemarin49
mod_vvisit_counterMinggu ini90
mod_vvisit_counterBulan ini847
mod_vvisit_counterAll303417
Home
MEMBENTUK KARAKTER DISIPLIN MELALUI CAMPING FUN SYAILENDRA 6001-6002 PDF Cetak E-mail
Jum’at, 25 April 2008 di pagi yang cerah tepat pukul 08.00 berangkat-lah dari Lapangan Alix rombongan peserta camping fun yang telah dilepas oleh Kepala SMP Islam Al Ikhlas Bapak Drs. H. Prasetyo. Beliau berpesan bahwa dalam kegiatan ini hendaklah bisa mem-bentuk karakter disiplin, sebab semua anggota peserta camping diharapkan dalam meng-ikuti kegiatan di lokasi bisa sung-guh-sungguh. Pukul 10.00 pagi sampailah peserta camping fun di lokasi Cibodas Jawa Barat. Mulailah mereka merapihkan barang-baranng dan peralatan campingnya yang dilanjutkan pemberian pengarahan oleh kakak Pembina, Kak Ono yang merupakan Pembina pramuka andalan di tingkat penggalang.Selesai pengarahan, secara ber-gotong royong setiap regu mendiri-kan tenda yang dibantuk oleh kakak kakak penegak. Dalam tempo satu jam berdirilah tenda dengan megah dan kokok, sekokoh para sikap peserta camping fun.

Sebagai anggota pramuka, ten-tunya harus mengamalkan dasa darma, yang antara lain bahwa pramuka itu bertaqwa kepada Tujhan YME, untuk itulah ketika mamasuki waktu dhuhur mereka mendirikan sholat berjama’ah yang dilakukan dengan jamak, yaitu sholat dhuhur dengan ashar, dan sekaligus mempraktekkan sholat jamak yang mereka peroleh di kelas Kegiatan ini dibimbing oleh Kak Fathur.

Untuk mengawali kegiatan camping tersebut, diberilah bekal fisik berupa makan siang dengan menu sangat sederhana ala pramuka yaitu sayur asem dan tempe sambel, namun demikian mereka merasakan lahap dan nikmat. Semapore, itulah materi perta-ma yang diberikan oleh Kak Ono yang dibantu oleh kakak-kakak penegak. Tujuan dari materi ini ada-lah bahwa anggota pramuka harus mampu menguasai huruf-huruf sandi yang suatu saat akan dibutuh-kan dalam waktu-waktu darurat.

Pada kegiatan ini, para peserta camping fun sangat antusias dalam mengikuti dan mempraktekkannya serta memiliki motivasi yang tinggi untuk segera bisa menguasainya, sebab materi ini nantinya pada kegiatan berikutnya akan dipakai lagi di saat materi game. Dua jam tak terasa sudah mate-ri ini berakhir, yang kemudian dilanjutkan dengan materi Game pertama, yang meliputi “ Tongkat Ajaib “. Yaitu sutau permainan yang bertujuan melatih kekompakan gotong royong dan konsentrasi. Dari tiga regu yang mengikuti game ini akhirnya dimenankan oleh regu Harimau. “ Panjang-Panjangan “ ini lah nama game berikutnya, yaitu suatu permainan menyusun benda-benda apa saja yang dimiliki oleh setiap regu yang menempel atau berada di badan, misalnya tali, kaos, baju, sandal, pulpen dan sebagainya Mereka berlomba menyusun sampai sepanjang mungkin, bahkan sampai ada yang lepas baju, kaos hanya tinggal celana saja. Untuk materi ini dimenangkan oleh regu Teratai.

Kegiatan berikut adalah “ Kompas “ yang dibimbing oleh Kak Ono, yaitu sutau kegiatan mengukur jarak arah yang biasanya sering dipakai untuk mencari jejak dalam kepramukaan. Tak terasa, begitu cepat waktu berlalu, hingga sore menghapiri peserta camping fun. Mereka beristirahat, bersih-bersih badan sambil menunggu bedug maghrib. Sebagaimana biasanya ketika sudah melakukan kegiatan dunia, pada waktu sepeti ini mereka akan melakukan hubungan dengan sang kholiq, melalui sholat maghrib yang sekali gus dijamak dengan isya.

Untuk mengawali kegiatan malam, para peserta dibekali makan malam dengan menu sayur soto, cukup untuk menghangatkan tubuh yang semakin malam semakin dingin suhu udaranya. Kegiatan ini dinamakan “ Jurit Malam “ atau jalan malam. Kegiatan ini bertujuan melatih melawan kegelapan, mental yang kuat, pemberani dan tidak pengecut. Dalam perjalanan malam itu, diberangkatkan dua orang-dua orang dalam jeda waktu 5 menit. Kegiatan ini dibagi dalam 4 pos, yang tiap pos ada pemberian materi seputar pengetahuan kepramukaan. Pada kegiatan ini, reaksi mereka ada yang berani dan juga ada yang takut Namun setelah dilalui rute perjala-nannya, ternyata tidak ada yang takut, tidak sesuai apa yang mereka bayangkan.

Memang pada taraf ini  ( Penggalang ) hanyalah masih dasar, jadi “ tidak ditakut-takuti “ Kegiatan ini berlangsung sampai pukul 22.30, selebihnya mereka ber istirahat ditenda masing-masing namun banyak dari peserta dan pembina tidak bisa tidur, karena suhu udara yang begitu dingin hingga mencapai 5 derajat cesius, termasuk penulis sendiri juga merasakan kedinginan dan tidak bisa tidur sampai subuh. Sampai pukul 05.00 bagi yang bisa tidur dibangunkan untuk menunaikan sholat subuh yang dilanjutkan dengan olah raga pagi, mandi dan sarapan pagi dengan bubur ayam.

Pagi yang cerah Sabtu 26 April 2008, diawali dengan upacara pagi. Yaitu upacara kenaikan bendera dengan Pembina upacaranya Kak Budiono, lalu dilanjutkan materi PBB. Seorang pramuka juga dilatih dan dididik untuk siap tampil sebagai petugas upacara, malalui kegiatan Peraturan Baris Berbaris. Kegiatan ini cukup lama juga, karena nampaknya kakak pembina harus melatih dengan  benar dan sabar. Sampai akhirnya mereka menguasai PBB dengan baik.

Hari semakin siang, maka kegiatan berikut adalah bidang keterapilan yang akan diberikan kepada para peserta camping fun, yaitu berupa kegiatan Flying Fox, panjat dinding. Dalam kegiatan ini mereka antusias berloba untuk mencoba meluncur dari ketinggian 35 meter, semua merasakan bagai-mana enaknya melucur dari keting-gian 35 meter, bahkan ada yang me-lakukannya lebih dari satu kali. Juga tidak kalah, pada bagian panjat dinding dengan ketinggian 15 meter Namun pada kegiatan ini banyak yang kurang sukses. Barangkali pada meteri ini kurang banyak dilakukan oleh para peserta, maklum untuk kegiatan ini boleh dibilang harus banyak dananya. Dan sampai akhirnya ditutup dengan kegiatan lomba masak antar regu, yang nantinya hasil masakannya akan dijadikan makan siang para peserta itu sendiri.

Merasa lelah, capai yah itulah yang telah dirasakan para peserta, Dalam menikmati kelelahan dan kecapaiannya itu, mereka menghadap dan berkomunikasi dengan sang kholiq melalui kegiatan sholat jamak dhuhur dan ashar, hingga setelah hilang rasa capai dan lelahnya, kegiatan dilanjutkan dengan meteri berikutnya, yaitu “sandi morse” yang dipimpin oleh kakak penegak dengan bermodalkan peluit pramuka. Para peserta meng-ikutinya dengan konsentrasi, dibagi tugas masing-masing. Ada yang menterjemahkan, ada yang mencatat hingga dengan modal gotong royong inilah terbentuk sebuah kata, kalimat dan perintah untuk melaksanakan tugas berikut oleh masing-masing regu. Ternyata dalam pesan sandi morse ini terdapat soal-soal pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta untuk kemudian dilakukannya dalam kegiatan game berikutnya. Sangat fantastis dan indah sekali. Hingga tak disadari oleh mereka tahu-tahu sudah sore kembali.

Malam telah tiba, para Pembina menyiapkan kayu bakar, minyak tanah untuk persiapan api unggun yang merupakan kegiatan cirri khas pramuka. Jam menunjukkan pukul 21.00, para peserta dikumpulkan di lapangan, berbaris melingkar. Diawali dengan pembacaan tri satya perwakilan dari masing-masing regu, maka dinyalakanlah api unggun itu, lalu bergembiralah semua, bermain, bersatu dalam kehangatan api unggun di waktu malam yang dingin, yang pada saat itu tidak dirasakan dingin. Sampai-lah waktu larut malam, jam 23.00 kegiatan diakhiri dengan tidur di tenda masing-masing. Mereka tidur dengan pulas sekali.

Pagi, 27 April 2008, peserta bersiap melakukan kegitan berikut-nya setelah dilalui kegiatan apel pagi. Materi untuk hari terakhir ini, hanyalah kegiatan full hiburan hingga pukul 11.00 siang. Sampai akhirnya Bus TNI AL dan bus YMAI menjemput untuk berkemas kembali ke Jakarta. Banyak kenangan indah yang dirasakan mereka. Kapan kegiatan ini akan terulang lagi. Tentunya Tahun depan. ( Fath )
 
Advertisement
© 2008, by Syailendra, - admin